Pengalaman Kerja

saya pernah bekerja, lebih tepatnya magang atau on the job training, yang pertama, praktek lapangan kerja sewaktu bersekolah di STM, saya PKL di pabrik yang dimiliki oleh sekolah, perkerjaan yang saya lakukan di prabrik merakit bagian-bagian kecil pada perabot, melakukan lapisan dasar pada perabot sebelum di finishing/di beri pernish.

pengalaman kedua, bekerja di HRD bagian training sebuah perusahaan motor dari jepang, disini saya membantu para senior untuk menyiapkan training dan seminar-seminar untuk pegawai-pegawai perusahaan tersebut.

dunia kerja itu keras ya, kita harus sabar-sabar dalam menghadapi rekan kerja/bos yang terkadang annoying,

Touchscreen

Touchscreen adalah suatu tampilan visual elektronik yang dapat mendeteksi keberadaan dan lokasi sebuah sentuhan dalam area layar. Istilah ini umumnya mengacu pada menyentuh layar pada perangkat dengan jari atau tangan. Touchscreens juga dapat merasakan objek pasif lainnya, seperti stylus. Touchscreens yang umum di perangkat seperti konsol game, all-in-one computers, komputer tablet, dan smartphone.

Sejarah

Touchscreen muncul dari laboratorium penelitian akademis dan perusahaan pada tahun 1960-an. salah satu tempat pertama dimana touchscreen pertama kali digunakan adalah di terminal terminal belajar dengan bantuan komputer yang keluar pada tahun 1972 sebagai bagian dari proyek PLATO. lalu touchscreen menjadi banyak digunakan dalam kios dan sistem titik penjualan bank dan toko.  Pada tahun 1983, komputer dengan layar touchscreen (HP-150) muncul di pasaran. Pengenalan teknologi touchscreen atau layar sentuh mengarah pada komersialisasi komputer tablet, PDA dan ponsel dengan layar sentuh.


Teknologi pada Touchscreen


Resistive


Terdiri dari beberapa lapisan, lapisan yang paling penting ialah dua lapisan transparan electrically-resistive yang dipisahkan oleh jarak yang tipis. Satu lapisan resistif adalah lapisan pada bagian bawah permukaan atas layar. Hanya di bawahnya adalah lapisan resistif yang sama di atas substrat nya. Satu lapisan memiliki koneksi konduktif sepanjang sisi-sisinya, yang lain di bagian atas dan bawah. Sebuah tegangan dilewatkan melalui satu lapisan, dan merasakan di ujung lainnya. Ketika sebuah objek, seperti ujung jari atau stylus, menekan ke bawah pada permukaan luar, dua lapisan menyentuh untuk menjadi terhubung pada saat itu: Panel kemudian berperilaku sebagai sepasang pembatas tegangan, satu sumbu pada suatu waktu. Dengan cepat beralih antara setiap lapisan, posisi tekanan pada layar dapat dibaca.




 teknologi ini banyak digunakan karena strukturnya yang simpel.


Capacitive

Sebuah panel layar sentuh capacitive terdiri dari insulator seperti kaca, dilapisi dengan konduktor transparan seperti indium timah oksida (ITO). Seperti tubuh manusia juga merupakan konduktor listrik, menyentuh permukaan hasil layar dalam distorsi dari medan elektrostatik layar, terukur sebagai perubahan kapasitansi. Teknologi yang berbeda dapat digunakan untuk menentukan lokasi sentuhan. Lokasi tersebut kemudian dikirim ke pengontrol untuk diproses. Tidak seperti layar sentuh resistif, kita tidak dapat menggunakan capacitive touchscreen melalui sebagian besar jenis bahan isolasi elektrik, seperti sarung tangan, memerlukan stylus kapasitif khusus, atau sarung tangan khusus aplikasi dengan patch yang bersulam benang konduktif untuk melewatinya dan menghubungi ujung jari pengguna. Kerugian ini mempengaruhi kegunaan dalam barang elektronik, seperti tablet PC dan smartphone layar sentuh capacitive dalam cuaca dingin.






Surface Acoustic Wave (SAW)


Teknologi ini menggunakan gelombang ultrasonik yang melewati panel touchscreen. Ketika panel disentuh, sebagian gelombang diserap. Perubahan dalam gelombang ultrasonik mencatat register posisi sentuhan dan mengirimkan informasi ini ke controller untuk diproses. Gelombang permukaan layar sentuh panel bisa rusak oleh unsur luar. Kontaminan di permukaan juga dapat mengganggu fungsi touchscreen.

 
 

CyberLaw


Cyber Law adalah aspek hukum yang istilahnya berasal dari cyberspace law yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan orang perorangan atau subjek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat mulai online dan memasuki cyberspace atau dunia maya.
menurut Jonathan Rosenoer dalam Cyber Law – The Law Of Internet menyebutkan ruang lingkup cyber law :
  • Copy Right
  • Trademark
  • Defamation
  • Hate Speech
  • Hacking, Viruses, Illegal Access
  • Regulation Internet Resource
  • Privacy
  • Duty Care
  • Criminal Liability
  • Procedural Issues (Jurisdiction, Investigation, Evidence, etc)
  • Electronic Contract
  • Pornography
  • Robbery
  • Consumer Protection
  • E-Commerce, E- Government   
Setiap negara memiliki cyberlaw masing-masing. Berikut ini perbandingan cyberlaw yang dimiliki oleh 4 Negara ASEAN:































Etika & Profesionalisme

Etika dan profesionalisme secara umum adalah nilai-nilai, norma-norma atau ukuran dari sebuah tingkah laku dan keahlian atau kualitas seseorang yang profesional pada bidangnya.

Pengertian Etika
Etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik

Pengertian Profesional
- Menurut Hardjana (2002), pengertian profesional adalah orang yang menjalani profesi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.
-   Menurut Tanri Abeng (dalam Moeljono, 2003: 107), pengertian professional terdiri atas tiga unsur, yaitu knowledge, skill, integrity, dan selanjutnya ketiga unsur tersebut harus dilandasi dengan iman yang teguh, pandai bersyukur, serta kesediaan untuk belajar terus-menerus.

terkadang etika dan profesionalisme ini sering terabaikan baik secara sadar maupun tak sadar, dalam menggunakan jalanan umum misalnya,

bagi pengendara bermotor langsung belok tanpa memberikan lampu sinyal terlebih dahulu, dimana dapat membahayakan pengendara lain,

berkendara diatas trotoar (jalur pejalan kaki) bagi sepeda motor pada saat macet, menunjukkan kurangnya etika pengendara. tidak menghargai pejalan kaki.


bagi pejalan kaki, menyebrang jalan tidak pada zebra cross, jembatan penyebrangan, dapat menimbulkan kecelakaan dan kemacetan.

VIDEOCONFERENCE

A. Abstraksi


videoconference adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.
Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan pada proses penyampaian informasi. Bentuk informasi yang disampaikan tidak hanya audio, tetapi juga visual. Konferensi video menggunakan telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang-orang di berbagai tempat mengadakan rapat bersama. Konsep konferensi video sama seperti percakapan antara dua orang (point-to-point) atau melibatkan beberapa tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar pada tempat berbeda. Selain pengiriman audio dan visual kegiatan pertemuan, konferensi video dapat digunakan untuk berbagi dokumen, informasi yang diperlihatkan komputer, dan papan tulis.

Telematika


A. TELEMATIKA

berasal dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.

Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi.

LAPORAN

1.  Pengertian Laporan
Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan.pada dasarnya,fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor.Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat,didengar,atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.Kemudian,laporan itu diberitahukan oleh si pelapor.
Dalam pembuatan suatu laporan formal bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik,jelas dan teratur.Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan,melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur,jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari,kecuali penggunaan kata”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau suatu tugas.